Pertukaran Gas Gajah Baru Belum Berjalan

Rabu, 6 Maret 2013 | 13:39

JAKARTA-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi mengungkapkan, proses pertukaran (swap) gas Lapangan Gajah Baru, Natuna ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi hingga kini belum berjalan karena keterbatasan infrastruktur.

Kepala Dinas Komunikasi SKK Migas Agus Budiyanto di Jakarta, Rabu (6/3) mengatakan, saat ini, hanya mekanisme “swap” gas Gajah Baru ke Singapura yang sudah berjalan, sehingga Indonesia terhindar dari penalti.

“Sementara, proses ‘swap’ Gajah Baru ke Jawa belum,” ucapnya, kepada Antara.

Menurut dia, fasilitas penerima gas (onshore receiving facilities/ORF) yang dibangun PT PGN Tbk di Muara Bekasi hingga kini belum selesai, sehingga “swap” Gajah Baru ke Muara Tawar juga tidak berjalan.

PGN kini tengah mengerjakan penambahan kapasitas ORF dengan target penyelesaian Mei 2013.

Sementara, opsi pengaliran gas Gajah Baru ke PLTGU Cilegon, Banten juga tidak bisa dilakukan karena pasokannya sudah tercukupi.

Kontrak “swap” tersebut berdasarkan surat keputusan Menteri ESDM Jero Wacik yang ditandatangani pada 26 Oktober 2011.

Dengan demikian, mekanisme “swap” yang sudah ditandatangani sejak 1,5 tahun tersebut belum juga berjalan.

Mekanisme “swap” direncanakan antara produksi gas Gajah Baru, Blok Natuna Sea Block A dan Lapangan Grissik, Blok Koridor, Sumsel.

Gas Gajah Baru yang dioperasikan Premier Oil masuk ke pembeli ConocoPhillips di Singapura, sementara produksi Grissik yang dikelola ConocoPhillips dialirkan melalui pipa milik PGN ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi.

Melalui mekanisme swap itu, maka pemerintah akan terbebas dari kewajiban membayar pinalti Rp5 miliar per hari, mendapat tambahan pendapatan negara Rp5,4 triliun per tahun, dan penghematan biaya operasi PT PLN (Persero) Rp3 triliun.

Namun, dengan hanya mekanisme “swap” gas ke Singapura yang berjalan, maka keuntungan yang didapat berupa pembebasan penalti dan tambahan pendapatan.

Sementara, keuntungan penghematan PLN belum terjadi.

Agus menambahkan, akibat kondisi tersebut, Premier Oil sebagai operator Gajah Baru juga belum memproduksi sebesar 40 MMSCFD yang direncanakan sebagai “swap” ke PLTGU Muara Tawar.

“Gajah Baru sebenarnya bisa produksi 140 MMSCFD, namun kini hanya 90 MMSCFD,” ujarnya.

Menurut dia, sumur gas yang produksinya direncanakan untuk Muara Tawar ditutup sementara, sampai nanti dibuka kalau tambahan kapasitas ORF sudah beroperasi.

Mekanisme “swap” merupakan upaya sementara, sampai gas Gajah Baru masuk secara permanen ke Batam.

Pasokan Gajah Baru ke Batam tersebut masih menunggu penyelesaian pembangunan pipanya.

Gas rencananya akan dialirkan ke pembangkit berkapasitas 2×35 MW yang akan dibangun PT Medco Power di Batam dengan target operasi pada Januari 2014.(*/hrb)

http://www.investor.co.id/energy/pertukaran-gas-gajah-baru-belum-berjalan/56201

Leave a comment

Filed under IdMEI, Oil & Gas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s