RI Akan Tambah Pasokan 65.000 Bph Minyak dari Irak

Rabu, 13 Maret 2013 | 16:47

JAKARTA – Pemerintah Indonesia akan mendapat tambahan pasokan minyak mentah hingga 65.000 barel per hari (bph) dari ladang minyak di kawasan Basra, Irak. Tambahan pasokan tersebut akan didapat dari kerjasama business-to-business (B-to-B) antara Pertamina dengan perusahaan mitra asal negara Timur Tengah tersebut yang belum disebutkan namanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan delegasi Indonesia yang dipimpinnya akan bertolak ke Irak untuk memenuhi undangan Deputi Perdana Menteri Irak Bidang Energi Husein Al Sah Ristani, sebagai tindaklanjut hasil kunjungan pejabat itu ke Indonesia sebelumnya. Dalam kunjungan itu, Hatta akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) energi bilateral di bidang hulu dan hilir, termasuk tukar menukar informasi, capacity building, riset, joint research dan juga kerjasama energi yang lebih luas.

“Secara B-to-B Pertamina akan memastikan untuk pasokan crude oil (minyak mentah) kita dari Basra di Irak sebesar 65.000 barel. Ini adalah B-to-B Pertamina dengan mitranya di sana. Oleh karena itu, kunjungan ini penting karena kita betul-betul ingin meningkatkan hubungan utamanya di bidang energi. Ini untuk memastikan Pertamina mendapatkan share (bagian) di lapangan minyak yang besar di daerah Irak tersebut,” jelas Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (13/3).

Lebih lanjut Hatta menjelaskan, selain akan mendapat pasokan minyak, Pertamina juga akan berupaya untuk mendapatkan 10-20 persen pengelolaan minyak dari kawasan West Tuba, yang saat ini masih dikelola Exxon Mobile. Hal ini karena Exxon mendapatkan ladang minyak baru di Irak, sehingga diwajibkan untuk mengurangi sebagian kawasan yang dikelolanya, yakni di West Tuba.

Untuk itu pemerintah berharap supaya pemerintah Irak bisa memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk mengelola sebagian kawasan yang dialihkan Exxon melalui kerjasama dengan mitra perusahaan lokal Irak. Dengan keikutsertaan Pertamina ini, Hatta menyampaikan keyakinannya akan memberikan dua manfaat utama, yakni bertambahnya cadangan minyak RI dan meningkatkan keikutsertaan BUMN sektor energi itu di dunia internasional.

“Yang minat (mengelola West Tuba) kan banyak, ini ada green line (jalur hijau) sehingga peluangnya banyak. Ladang itu besar sekali, produksinya berapa juta barel per harinya, saya akan mengecek kembali, tapi dengan 10-20 persen itu kita memiliki cadangan yang besar sekali. Proven receive kita besar sekali dan ini meningkatkan cadangan nasional kita,” katanya.

Dia menyatakan kerjasama di sektor energi itu akan dilakukan hingga mencapai 30 tahun. Kendati ada beberapa perusahaan minyak asing yang tertarik mengelola ladang minyak tersebut, namun Hatta mengaku optimistis Pertamina akan mendapatkan prioritas dari pemerintah Irak melalui kunjungan tersebut. (Investor Daily/WYU)

http://www.investor.co.id/energy/ri-akan-tambah-pasokan-65000-bph-minyak-dari-irak/56641

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s