Kadin Desak Freeport Bangun Smelter

Kamis, 14 Maret 2013 | 16:34

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah agar perusahaan pemegang kontrak karya (KK) dapat mematuhi dan melaksanakan UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) yang bertujuan untuk mendorong hilirisasi dan nilai tambah sektor pertambangan.

Pemerintah telah menawarkan mekanisme baru terkait proses renegosiasi dengan PT Freeport Indonesia, sebagai salah satu pemegang KK. Renegosiasi itu di antaranya menyangkut ketentuan melakukan pengolahan dan pemurnian barang tambang di dalam negeri, dimana Kementerian ESDM bersedia memfasilitasi pembangunan pabrik pengolahan baru oleh investor swasta. Hanya, dalam prosesnya terkendala pada kepastian pasokan bahan baku.

Kadin sependapat dengan apa yang dikatakan Dirjen Minerba ESDM, dimana seharusnya PT Freeport tidak lagi bicara faktor keekonomian dalam membangun industri pengolahan dan pemurnian. Sebab, sebagai pemegang perusahaan kontrak karya sudah selayaknya menyiapkan bahan baku untuk kebutuhan industri smelter dalam negeri.

“Seharusnya tidak lagi membicarakan masalah keekonomisan membangun smelter, karena kalau ini masih dibahas maka program hilirisasi minerba tidak akan jalan,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur di Jakarta, hari ini.

Dia menilai, UU yang telah mengatur hilirisasi dengan tegas tidak akan berarti jika tidak dipatuhi implementasinya. “Kalau Freeport menganggap membangun smelter tidak ekonomis maka Freeport harus memberikan kesempatan kepada pengusaha nasional untuk membangun smelter. Jangan terlalu lama digantung, karena smelter ini sudah sangat diperlukan,” ungkap Natsir yang juga merupakan Direktur Utama PT Indosmelt.

Menurutnya, keuntungan menambang untuk menghasilkan konsentrat tembaga sangat besar dibanding mengolah konsentrat yang selama ini dihasilkan Freeport, namun Indonesia tidak mendapat nilai tambah. Hal tersebut sangat disayangkannya.

Ke depan, pihaknya berharap Freeport agar lebih legowo menyerahkan produksi konsentrat kepada perusahan nasional. “Iya kami juga tidak minta fasilitas dari Freeport, harga jual konsentrat harga internasional. Kami ini butuh bahan baku konsentrat namun tidak dibuat syarat yang dapat menyulitkan untuk mendapatkan bahan baku,” ujar dia.

Kadin juga mengimbau pemerintah untuk lebih tegas memfasilitasi masalah ini agar segala sesuatunya bisa berjalan cepat. Menurutnya, Freeport sudah cukup mengambil keuntungan dari produksi konsentrat tembaga emas. Jadi, akan lebih baik jika pengolahan dan pemurniannya dibagi ke perusahaan nasional. (Investor Daily/INA)

http://www.investor.co.id/energy/kadin-desak-freeport-bangun-smelter/56742

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s