INVESTASI SMELTER: Kementerian ESDM Turun Pantau Kegiatan di Lapangan

Lili Sunardi   –   Jumat, 22 Maret 2013, 19:14 WIB

JAKARTA–Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bijih mineral dan perusahaan pertambangan untuk membuktikan hasil kajian mengenai keekonomian pembangunan smelter di dalam negeri.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan pihaknya akan melakukan kunjungan lapangan untuk mengetahui keekonomian membangun smelter. Kajian tersebut nantinya akan menjadi pembanding terhadap hasil kajian yang dilakukan lembaga afiliasi penelitian dan industri Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB).

“Sasaran kajian itu kan bagaimana agar pemurnian dan pengolahan bijih mineral itu dilakukan di dalam negeri. Kajian itu diperlukan, nanti kami juga akan melakukan kunjungan lapangan dan lakukan kajian untuk memastikan itu,” katanya di Jakarta, Jumat (22/3/2013).

Sekedar diketahui, LAPI-ITB telah melakukan kajian keekonomian membangun smelter untuk komoditas besi, nikel, aluminium, tembaga dan timbal seng. Hasilnya, untuk membangun smelter besi pemerintah harus menyediakan infrastruktur, energi, menyelesaikan persoalan limbah, pasar domestik, kemudahan pendanaan dan divestasi.

Untuk membangun smelter nikel, LAPI-ITB mengusulkan pemerintah menyiapkan infrastruktur, energi, kokas, dan sulfur untuk proses hidrometalurgi. Selain itu, persoalan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan industri hilir yang belum berkembang juga menjadi kendala tersendiri untuk membangun smelter itu.

Kemudian untuk membangun smelter tembaga, LAPI-ITB menyebutkan tidak ekonomis karena treatment charge/refining charge (TC/RC) Cu sangat rendah. Untuk membangun smelter nikel pun membutuhkan investasi yang besar, serta sistem fiskal saat ini kurang mendukung pembangunan smelter tembaga.

Sementara untuk membangun smelter timbal seng, cadangan bijih yang hanya sampai 10 tahun tidak feasible untuk pembangunan smelter. Pembiayaan dan kebutuhan energi yang besar juga menjadi persoalan dalam pembangunan smelter timbal seng.

Thamrin mengungkapkan pihaknya telah mengetahui investasi untuk pembangunan smelter tembaga memang memerlukan investasi yang mahal. Untuk itu Kementerian ESDM akan mengusulkan sejumlah insentif untuk memudahkan pengusaha membangun smelter di dalam negeri.

“Kami tentu sudah mengusulkan itu [insentif], tapi itu nanti diputuskan Kementerian Keuangan. Yang jelas kami meminta mereka [pengusaha] menyampaikan apa saja yang diperlukan agar pembangunan smelter itu menjadi ekonomis,” ungkapnya.

Kementerian ESDM juga saat ini mengkaji penggunaan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pembangunan smelter. Apalagi saat ini sudah ada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk yang berpengalaman di bidang smelter, sedangkan untuk investasinya pembangunan smelter di dalam negeri membutuhkan investasi sebesar US$1,5 miliar.

Selain itu, Kementerian ESDM juga tengah mengkaji kemungkinan perluasan kapasitas PT Smelting Gresik yang selama ini mengolah 30% konsentrat tembaga dari Freeport dan Newmont. Dengan begitu, bijih mineral yang akan terserap menjadi lebih banyak, dan produk turunan dari pengolahan konsentrat tembaga itu pun dapat dimanfaatkan oleh sektor lain.

http://web.bisnis.com/investasi-smelter-kementerian-esdm-turun-pantau-kegiatan-di-lapangan

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s