BLOK SIMENGGARIS Dialokasikan untuk Pasok Gas 25 MMscfd bagi PLN

Riendy Astria   –   Senin, 08 April 2013, 17:31 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA–Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyetujui untuk mengalokasikan gas dari Lapangan South Sembakung, Blok Simenggaris sebesar 25 juta kaki kubik (MMscfd) untuk dipasok ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan pasokan tersebut untuk memenuhi kebutuhan listrik PLN di Kalimantan Timur dan sekitarnya. Hal ini diharapkan bisa mendorong pemenuhan energi listrik untuk wilayah tersebut serta mampu menciptakan multiplier effect untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Pasokan gas sebesar 25 MMscfd dari Lapangan South Sembakung yang dikelola oleh JOB Pertamina – Medco Simenggaris tersebut akan dimulai akhir tahun 2013 dengan volume 5 MMscfd. Volume tersebut akan naik secara bertahap hingga mencapai 25 MMscfd pada 2016 untuk periode kontrak selama 11 tahun.

SKK Migas juga menyetujui keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kita ingin ada keberpihakan terhadap badan usaha milik nasional dan badan usaha milik daerah,” kata Rudi hari ini, Senin (8/4/2013).

Dalam hal ini, pihak SKK Migas menyetujui BUMD Kabupaten Nunukan ikut terlibat, sehingga Pemerintah Daerah dan masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan operasi minyak dan gas di daerah mereka.

“Dari pasokan gas sebanyak 25 MMScfd tersebut, sebanyak 5 juta kaki kubik per hari akan melibatkan BUMD Kabupaten Nunukan dalam penyalurannya,” tuturnya.

Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan gas sebesar 25 MMscfd dari Blok Simenggaris akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di PLTGU Tanjung Batu, PLTG Sembera, serta PLTG Sanipah di Balikpapan.

Saat ini, kebutuhan gas di PLTGU Tanjung Batu sebesar 24 MMscfd, di PLTG Sembera sebesar 10 MMscfd, serta PLTG Sanipah Balikapapan sebesar 10 MMscfd. “Jadi total kan 44 MMscfd, namun gas itu masuk pada 2016, pada saat itu dibutuhkan gas 25 MMscfd, hanya untuk beban puncak saja,” jelasnya.

Pasalnya, pada 2016 akan ada pembangkit dari batubara yang akan beroperasi. Jadi, kebutuhan gas hanya akan digunakan pada saat beban puncak. Sehingga gas yang dibutuhkan sekitar 25 MMscfd.

Sebelumnya, PLN menyatakan berpotensi menghemat hingga Rp2,44 miliar per hari bila mendapatkan gas dari proyek kilang gas alam cair (LNG) mini di Simenggaris, Kalimantan Timur.

Pasalnya, bila mini LNG beroperasi, perseroan tidak akan mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM)  untuk pembangkit listrik di Tanjung Batu, Kalimantan Timur berkapasitas 100 mega watt (MW) dan peaker (pembangkit khusus beban puncak) 100 MW. Pasalnya, selama ini perseroan masih mengonsumsi sebesar 560 kilo liter (KL) per hari di pembangkit listrik tersebut.

Adapun potensi penghematan tersebut berasal dari selisih biaya penggunaan BBM dengan biaya penggunaan gas. Biaya konsumsi BBM mencapai Rp5,32 miliar per hari dengan asumsi volume BBM 560 kl per hari dan harga BBM sekitar Rp 9.000 per liter. Sementara bila menggunakan gas berpotensi hanya sebesar Rp2,88 miliar.

Dia mengatakan, produsen gas blok Simenggaris, yakni JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris memperkirakan gas dari blok Simenggaris baru bisa diproduksi pada awal 2016.

Oleh karena itu, pihaknya juga meminta operator kilang, yakni PT Perta Daya Gas, perusahaan patungan antara PT Pertagas dan PT Indonesia Power, untuk mempercepat pembangunan kilang LNG ini.

Menurutnya, kapasitas kapal regasifikasi LNG mini Simenggaris ini mampu menampung hingga 10 ribu ton LNG.

Namun demikian, dia mengaku pihaknya dengan Perta Daya Gas maupun JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris belum menyepakati harga gas.

“Namun untuk harga gas di hulu sekitar US$7,33 per MMbtu, biaya regasifikasi dan transportasinya belum,” lanjut Suryadi. Sebelumnya, Suryadi memperkirakan biaya regasifikasi LNG sekitar US$4 per mmbtu dan biaya transportasi sekitar US$2 per mmbtu.

Adapun perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan produsen, yakni JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris diharapkan bisa dilakukan pada April ini. Sementara, PJBG dengan Perta Daya Gas belum bisa diperkirakan. “Namun head of agreement (HoA) mungkin diharapkan April ini.”

Sebelumnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, SKK Migas terus merealisasikan pasokan gas untuk pabrik Pupuk di Indonesia di tahun 2013 melalui pengiriman kargo kedua dari kilang Liquefied Natural Gas (LNG) Tangguh, Papua ke PT Pupuk Iskandar Muda melalui mekanisme swap setelah selesainya penandatanganan perjanjian jual beli gas tersebut pada Senin (25/03).

Pengiriman selanjutnya akan terus direalisasikan hingga mencapai enam kargo LNG sehingga kebutuhan gas untuk pabrik pupuk sesuai yang diminta PT PIM tahun 2013 telah dapat terpenuhi. Diharapkan pabrik pupuk tersebut dapat menghasilkan pupuk yang akan digunakan oleh para petani untuk meningkatkan kesuburan tanaman yang mereka tanam.

Kalangan industri di domestik selama ini merupakan sektor yang paling banyak mendapatkan pasokan gas dari Pemerintah, berdasarkan data per Februari 2013 sektor  industri telah mendapatkan pasokan sebesar 10,33 triliun kaki kubik. Sementara sektor kelistrikan mendapat pasokan gas sebesar 7,65 triliun kaki kubik dan pupuk sebesar 3,9 triliun kaki kubik.

Rencananya tahun depan, pemerintah akan terus meningkatkan pasokan gas untuk domestik. Pasokan gas untuk pabrik pupuk akan ditingkatkan dari 3,9 TCF tahun ini menjadi sekitar 4 TCF tahun depan.

Selain itu, pasokan gas untuk kelistrikan juga akan ditingkatkan dari 7,65 TCF menjadi 7,9 TCF. Kemudian, pasokan gas untuk sektor industri akan naik dari dari 10,33 TCF menjadi 10,75 TCF.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s