Hasil Evaluasi Eksplorasi Gas Metan Batubara 5 tahun Mendatang

Rachmad Subiyanto   –   Senin, 15 April 2013, 04:14 WIB

BISNIS.COM, BALIKPAPAN — Virginia Indonesia Company (Vico) memperkirakan hasil evaluasi eksplorasi gas metan batubara (coal bed methane /CBM) baru bisa diketahui paling lambat dalam 5 tahun.
Rentang waktu ini mundur sekitar 1,5 tahun dari perkiraan awal yang diperkirakan bisa diketahui dalam waktu 3,5 tahun. Sr. Manager General Affairs & Communication Lies Tjokro mengatakan karakteristik yang unik dari CBM menyebabkan perlunya waktu tambahan untuk mengevaluasi kondisi di lapangan. Proyek eksplorasi ini sendiri telah dimulai sejak 2012 lalu.

“Akan perlu waktu karena masih air yang keluar dari sumur yang kami bor. Tunggu sampai  airnya habis dan bisa diketahui kondisinya,” ujarnya usai menggelar pertemuan dengan Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Minggu (14/04/2013).

Dirinya menambahkan belum bisa mengetahui potensi kandungan CBM yang terletak di wilayah Kutai Basin itu. Sebagai hasil alam yang baru diambil, perlu pemahaman dan penyesuaian kondisi di lapangan dalam memanfaatkan CBM tersebut.

Untuk Lapangan Mutiara, justru pihaknya sudah melakukan perjanjian jual beli gas dengan PT PLN (Persero) untuk pemanfaatan CBM tersebut. Hasil gasnya disuplai sebanyak 0,5 mmscfd dalam jangka waktu kerja sama selama 5 tahun.

Lapangan Mutiara ini juga masih dalam tahap eksplorasi sehingga gas yang keluar juga tidak bisa diprediksi besarannya. “Pokoknya daripada hasilnya dibakar lebih baik kami salurkan ke PLN karena dapat menghasilkan daya 5 MW,” katanya.

Wilayah Kutai Basin berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan bagian timur. Beberapa wilayah potensial CBM di Kalimantan rata-rata terletak di sepanjang timur Pulau Kalimantan seperti Barito Basin, Pasir dan Asem Asem Basin, Berau Basin dan Tarakan Utara Basin.

Rencananya, peresmian pemanfaatan suplai gas ini akan dilakukan pada 30 April mendatang. Diperkirakan ada sekitar empat ribu rumah tangga yang dapat menikmati aliran listrik tersebut.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan Suryanto menambahkan apabila CBM yang dihasilkan ini layak untuk diproduksi, akan memberikan hasil yang positif bagi Balikpapan.

Kepala BP Migas Wilayah Kalimantan Sulawesi Ngatijan mengatakan untuk melakukan esploitasi CBM sehingga bisa diproduksi perlu perlakuan khusus karena kandungan gas yang terjebak dalam batubara tersebut tidak bisa serta merta keluar. Operator migas perlu untuk melakukan dewatering sebelum mengalirkan gas keluar dari perut bumi.

Selain itu, CBM yang keluar juga jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga harus dibor lagi untuk meningkatkan kapasitas produksi. “Jadi tidak hanya mengebor pada satu tempat karena harus banyak yang dibor untuk meningkatkan produksinya. Ini perlu mencari lokasi yang potensial untuk mencari tempat pengeborannya,” pungkasnya.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s