DONGGI SENORO & TANGGUH Dibiayai Sindikasi Perbankan Nasional

Lili Sunardi   –   Kamis, 18 April 2013, 17:40 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA–Sejumlah bank nasional siap membentuk untuk mendanai proyek Train 3 Kilang liquefied natural gas (LNG) Tangguh di Papua dan Donggi Senoro di Sulawesi Tengah.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini mengatakan saat ini telah ada sindikasi bank nasional untuk membiayai proyek Donggi Senoro. Selain itu, sudah ada juga sindikasi yang siap memberikan fasilitas pendanaan untuk proyek Train 3 Kilang LNG Tangguh.

“Donggi Senoro sudah dirapatkan [dengan sindikasi perbankan yang ingin membiayai]. sedangkan Train 3 baru mau dilakukan pembicaraan, karena baru belakangan dilakukan,” katanya di Kantor SKK Migas, Jakarta hari ini, Kamis (18/4).

Rudi mengungkapkan sindikasi perbankan yang siap memberikan fasilitas pendanaan Donggi Senoro menawarkan apakah pendanaan itu akan diberikan di sektor hulu, pembangunan kilang LNG atau untuk penjualan LNG. Bahkan, sempat muncul juga opsi untuk membiayai ketiganya dengan proporsi berbeda.

Saat ini, lanjut Rudi, proses fasilitas pendanaan untuk kedua proyek itu masih dalam pembahasan business to business sindikasi perbankan. Pasalnya, proyek Donggi Senoro sendiri memerlukan investasi sekitar US$4 miliar untuk pengembangan dari hulu hingga hilir.

Felia Salim, Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengatakan saat ini perusahaan masih membicarakan mengenai teknis fasilitas pembiayaan proyek Train 3 Kilang LNG Tangguh. Bank nasional yang akan terlibat dalam sindikasi itu adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Menurutnya, sindikasi tengah menghitung berapa besar fasilitas pendanaan yang akan dikeluarkan untuk proyek itu. Selain itu, sindikasi juga masih menunggu laporan dari ahli yang menghitung mitigasi risikonya.

“Kami belum menentukan tanggal berapa penandatanganannya fasilitas pembiayaan itu, yang pasti kami dalam persiapan serius dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Sementara itu, President Indonesia Petroleum Association (IPA) Lukman Mahfoedz mengatakan pelaku industri migas lebih menginginkan proses perizinan yang lebih cepat. Apalagi, saat ini investasi sektor migas akan lebih banyak di Indonesia bagian timur.

“Kami menginginkan perizinan yang lebih sederhana, pembebasan lahan yang cepat. Eksplorasi mendatang kan lebih banyak di Indonesia bagian timur yang pada umumnya dilakukan deep water yang investasinya sekitar US$300 juta per sumur,” jelasnya.

Saat ini, SKK Migas memang terus berupaya melibatkan perbankan nasional dalam industri sektor migas. Hingga Maret 2013 saja nilai komitmen tahunan transaksi pembayaran melalui bank badan usaha milik negara (BUMN)/bank usaha milik daerah (BUMD) mencapai Rp240 triliun.

Dengan jumlah tersebut berarti nilai komitmen tahunan transaksi pembayaran melalui bank nasional meningkat 135% dibandingkan nilai pada 2009. Sementara penempatan dana abandontment and site restoration (ASR) di Bank Pemerintah telah mencapai sekitar Rp3,2 triliun.

Pengembangan Train 3 Kilang Tangguh sendiri dibangun dengan cadangan gas 8,09 tcf. Proyek ini diperkirakan akan menelan investasi hingga US$12 miliar. Sebelumnya, train 1 dan 2 sudah onstream sejak Juni 2009.

Sementara train 3 akan onstream pada akhir 2018. Sementara , proyek Donggi Senoro dengan cadangan gas 2,8 tcf. Proyek ini diperkirakan menelan investasi hingga US$4 miliar dan akan onstream pada 2015.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s