PERTAMINA: Perusahan Patungan dengan PTT Terbentuk 10 Desember 2013

Riendy Astria   –   Senin, 22 April 2013, 17:17 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA- PT Pertamina (Persero) menargetkan perusahaan patungan antara Pertamina dengan PTT Global Chemical Public Company Limited akan terbentuk pada 10 Desember 2013.

Direktur Pengolahan Pertamina Chrisna Damayanto mengatakan setelah pihaknya dan PTT Global menandatangani pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) pembangunan kompleks petrokimia, kedua perusahaan kini tengah membahas pembentukan perusahaan patungan tersebut.

Rencananya kompleks petrokimia tersebut akan dibangun di salah satu kilang milik Pertamina yang sudah beroperasi. Adapun pilihan kuatnya yakni, di kompleks kilang Plaju atau Kilang Balongan.

“Kemarin kita baru saja HoA di Bangkok, sekarang kami sedang membahas untuk pembentukan anak perusahaan dari perusahaan patungan ini, Insya Allah pada 10 Desember, doakan ya,” kata Chrisna ketika dihubungi Bisnis melalui telepon hari ini, Senin (22/4/2013).

Dalam pembahasan mengenai pembentukan perusahaan patungan tersebut, dibahas juga mengenai studi kelayakan, termasuk penentuan kapasitas, besaran saham dalam perusahaan patungan dan lokasi kilang yang akan menghasilkan produk olefin dan polimer itu.

Setelah perusahaan patungan terbentuk, dibutuhkan waktu sekitar 4-5 tahun sampai kilang dapat beroperasi. “Kan buat studinya dahulu, kemudian bangun pabriknya, itu tidak cepat ya, butuh 3 tahun paling cepat. Paling tidak bisa beroperasi sekitar 4-5 tahun lagi,” lanjutnya.

Adapun perkiraan investasi pembangunan kompleks petrokimia tersebut sekitar US$4 miliar-US$5 miliar. Kilang tersebut berpotensi diintegrasikan dengan bisnis petrokimia, sehingga memberi nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Setelah kilang tersebut terbangun, Pertamina menargetkan untuk dapat menguasai 30% pangsa pasar.

Pertamina saat ini mengoperasikan enam unit kilang pengolahan dengan total kapasitas produksi hingga satu juta barel minyak mentah setiap hari. Keenam kilang tersebut adalah Dumai, Riau berkapasitas 170.000 barel per hari, Plaju, Sumsel 118.000 barel, Cilacap, Jateng 348.000 barel, Balikpapan, Kaltim 260.000 barel, Balongan, Jabar 125.000 barel, dan Kasim, Papua Barat 10.000 barel.

Sementara, PTT Global Chemical merupakan produsen petrokimia di Thailand dengan total kapasitas produksi 8,45 juta ton per tahun dan kapasitas penyulingan minyak mentah hingga 280.000 barel per hari.

Di sisi lain, Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengatakan impor bahan baku kimia Indonesia sudah mencapai US$8 miliar. Pihaknya meminta, investor, baik lokal maupun asing bisa mendukung Indonesia dalam pembangunan pabrik petrokimia di Indonesia.

“Baik itu Honam (perusahaan Korea) dan Pertamina, yang mau membangun pabrik petrokimia harus didukung, agar ketergantungan jangka panjang kita terhadap impor bisa dihapus,” katanya usai menerima kunjungan Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Republik Korea Selatan Yoon Sang-jick Jumat pekan lalu.

Impor bahan baku kimia Indonesia memang sangat besar, padahal Indonesia merupakan negara pertama yang mengenal kilang minyak di kawasan Asia. Saat ini Indonesia memiliki kapasitas kilang 1,05 juta barel per hari, namun Singapura telah memiliki kapasitas 1,3 juta barel per hari.

Lantaran masih bergantung pada impor, produk hilir petrokimia Indonesia pun menjadi tidak kompetitif. Semakin besar impor, artinya juga semakin besar devisa negara melayang ke luar negeri.

http://web.bisnis.com/pertamina-perusahan-patungan-dengan-ptt-terbentuk-10-desember-2013

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s