TOTAL E&P: Komitmen Investasi Barang & Jasa Diperkirakan Capai US$2 Miliar

Rachmad Subiyanto   –   Rabu, 01 Mei 2013, 17:15 WIB

BISNIS.COM, BALIKPAPAN–Total E&P Indonesie memerkirakan komitmen investasi pengadaan barang dan jasa sepanjang 2013 berkisar antara US$1,5 miliar – US$2 miliar guna mendukung aktivitas usaha migas.

Executive Vice President Operations and East Kalimantan District Manager Total E&P Indonesie Hardy Pramono mengatakan angka investasi tersebut merupakan angka investasi rerata tahunan untuk pengadaan barang dan jasa.

Pihaknya bekerja sama dengan 400 perusahaan rekanan terdaftar untuk sekitar 2.300 kontrak kerja sama.

“Perkiraan kami tahun ini angkanya sekitar segitu. Kami berharap ini bisa membantu mengurangi decline dari produksi,” ujarnya dalam Konferensi Pers Supply Chain Communication Forum, Rabu (1/5/2013).

Apabila dibandingkan dengan periode 2012, Hardy mengaku angka investasi ini sedikit lebih kecil karena pada tahun lalu investasi yang dikeluarkan Total E&P Indonesie mencapai US$2,6 miliar.

Dia memaparkan pada periode ini terjadi peningkatan investasi karena ada pembaruan kontrak pada 9 rig yang beroperasi di Blok Mahakam.

Pembaruan kontrak tersebut menyebabkan adanya perubahan nilai komitmen kontrak kepada penyedia jasa. Karena itu, angka investasi tahun ini dianggap tidak menurun karena hampir sama dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya.

Hardy menegaskan tujuan dari investasi tersebut untuk menjalankan rencana dalam usaha menekan pengurangan produksi yang rentan terjadi pada sumur-sumur tua.

Akibat kondisi sumur yang sudah dalam periode low pressure mode, perlu ada penyesuaian dengan investasi yang lebih besar.

Supply Chain Manager Total E&P Indonesie Eddhi Haojahan menambahkan investasi yang dikeluarkan oleh pihaknya dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Dia berharap agar sumur yang dikembangkan dapat menjaga produksi agar tidak menurun.

Pihaknya juga tetap menjaga komunikasi dengan perusahaan rekanan seperti yang dilakukan dalam Supply Chain Communication Forum ini.

“Agar kebutuhan barang yang diperlukan bisa mudah dan lancar sehingga kegiatan di lapangan juga bisa berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Dalam forum tersebut juga ditekankan pentingnya etika berbisnis dan hubungan profesional antara kontraktor serta transparansi.

Security Risk Compliance Manager Agus Djamhoer menegaskan pihaknya menekankan pada tindakan pencegahan sebelum terjadinya kegiatan yang merugikan seperti korupsi dan suap.

Dia mencontohkan, misalnya ada perusahaan yang memalsukan dokumen dalam proses lelang akan dikenakan sangsi tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kegiatan lelang barang dan jasa selama satu tahun.

Apabila terulang, kontraktor akan dimasukkan dalam daftar hitam permanen sehingga tidak bisa mengikuti tender pengadaan barang dan jasa apapun di bisnis migas.

Source : Rachmad Subiyanto

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s