Produksi Minyak Sejuta Barel Ditargetkan Oktober 2014

Senin, 13 Mei 2013 | 13:36

JAKARTA-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi menargetkan produksi minyak mentah dan kondensat sebesar satu juta barel per hari bisa dimulai Oktober atau November 2014.
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini saat menjelaskan pencapaian kinerja 100 hari di Jakarta, Senin (13/5)mengatakan, tingkat produksi sejuta barel tersebut tercapai dengan syarat produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu mencapai puncaknya sebesar 165.000 barel per hari pada Oktober atau November 2014.

“Itu skenario optimistis kami,” katanya kepada Antara.

Sementara, skenario pesimistisnya adalah produksi sejuta barel baru Desember 2014 atau Januari 2015, setelah produksi Cepu sebesar 165.000 barel per hari tercapai di bulan tersebut.

Menurut Rudi, dengan dua skenario tersebut, maka tingkat produksi minyak rata-rata pada 2014 bisa mencapai antara 860.000 dengan skenario pesimistis hingga 900.000 barel per hari dengan skenario optimistis.

“Sedangkan, produksi rata-rata satu juta barel per hari selama setahun baru akan tercapai di 2015,” katanya.

Ia menambahkan, pada 30 April 2013, pihaknya meresmikan dua pengeboran sumur di Lapangan Banyuurip.

Sementara, total sumur yang dibor di Banyuurip adalah 42 yang terdiri dari 29 sumur produksi dan 13 sumur injeksi.

Data SKK Migas menyebutkan, per 31 Maret 2013, progres proyek Banyuurip sudah mencapai 51,1 persen.

Rinciannya adalah pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) 1 berupa pembangunan fasilitas produksi di darat senilai 746,3 juta dolar AS yang digarap konsorsium PT Tripatra Engineering dan Samsung Engineering sudah mencapai 53,6 persen.

Lalu, EPC 2 yang dikerjakan Konsorsium PT Inti Karya Persada Tehnik dan PT Kelsri yang menggarap desain dan instalasi pipa desalinasi senilai 57,03 juta dolar sudah 57,8 persen.

Untuk EPC 3 berupa pembangunan pipa “offshore” dan “mooring tower” senilai 131,64 juta dolar yang digarap PT Rekayasa Industri dan Likpin LLC mencapai 33,1 persen.

EPC 4 yang terdiri atas fasilitas penyimpanan dan bongkar muat terapung (floating storage and offloading/FSO) senilai 298,7 juta dolar dikerjakan PT Scorpa Pranedya dan Sembawang Shipyard sudah 59,7 persen.

Terakhir, EPC 5 berupa pembangunan fasilitas pendukung senilai 95,58 juta dolar AS yang dikerjakan PT Hutama Karya dan PT Rekayasa Industri sebesar 25,8 persen.

Blok Cepu memulai produksi tahap awal di akhir 2008 dan mulai mengoperasikan fasilitas produksi awal (early production facility/EPF) pada Agustus 2009.

Fasilitas itu kini memproduksi sekitar 27.000 barrel minyak per hari.

Selanjutnya, fasilitas produksi penuh, yang terpisah dari EPF, direncanakan mulai berproduksi puncak pada kuartal terakhir 2014.

Produksi minyak pertamanya (first oil) direncanakan sebesar 90.000 barel per hari, lalu naik 150.000 barel dan puncak 165.000 barel.

Fasilitas proyek tersebut direncanakan mampu memproduksi total sekitar 450 juta barel minyak. (*/hrb)

http://www.investor.co.id/energy/produksi-minyak-sejuta-barel-ditargetkan-oktober-2014/60708

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s