SKK MIGAS: 7 Perjanjian Jual Beli Gas Dengan Volume 561 TBTU

Lili Sunardi   –   Rabu, 15 Mei 2013, 14:55 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA— Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) menyetujui 7 perjanjian jual beli gas dan perubahan perjanjian jual beli gas untuk pasokan gas domestik ke kilang minyak, industri dan kelistrikan.

Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan ketujuh perjanjian jual beli gas dan perubahan perjanjian jual beli gas yang baru disetujuinya itu berpotensi menambah penerimaan negara hingga US$571 juta. Pasalnya, ketujuh kontrak tersebut memiliki total volume 561 trilliun british thermal unit (TBTU).

“Penandatangan 7 kontrak ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gas domestik, sekaligus menopang kebutuhan gas untuk kilang minyak dan kelistrikan,” katanya di Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Rudi mengungkapkan tambahan pasokan gas dari 7 kontrak baru itu akan membantu sektor industri dan kelistrikan untuk berkembang. Perubahan harga dalam perjanjian tersebut juga diharapkan dapat menambah penerimaan negara dari sektor migas nasional.

Adapun ketujuh kontrak perjanjian jual beli gas dan perubahan perjanjian jual beli gas yang baru disetujui SKK Migas adalah, perubahan perjanjian jual beli gas antara Chevron Indonesia Company dengan PT Pertamina (Persero) untuk memenuhi kebutuhan gas dalam memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dari Kilang Balikpapan dan fasilitas terminal Lawe-Lawe dengan volume kontrak sebesar 45 juta kaki kubik per hari (MMscfd) untuk periode Januari 2013 hingga 2018.

Kedua, perubahan perjanjian jual beli gas antara EMP Bentu Limited dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper untuk gas sektor industri di wilayah Riau dengan total volume kontrak sebesar 21 miliar british thermal unit per hari (BBTUD). Kontrak tersebut berlaku pada 1 Januari 2012 hingga 31 Januari 2020 dengan perubahan harga mulai 1 Maret 2013, atau pada saat sumur Seng-1 mulai beroperasi secara komersial.

Ketiga, perjanjian jual beli gas antara Santos (Madura Offshore) Pty Ltd dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk kelistrikan di Jawa Timur dengan total volume 25 BBTUD, dengan masa kontrak 4 tahun sejak pengaliran gas yang ditetapkan paling lambat 24 bulan sejak kontrak ditandatangani.

Keempat, perubahan perjanjian jual beli gas antara PT Pertamina EP dengan PT Media Karya Sentosa untuk kebutuhan sektor kelistrikan dan pemenuhan produksi LPG dengan volume 40 BBTUD. Periode perubahan perjanjian jual beli gas ini berlaku pada 1 April 2012 hingga 21 Desember 2013 dengan perubahan harga baru berlaku mulai 1 Januari 2013.

Kelima, perubahan perjanjian jual beli gas antara PT Pertamina EP dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk kebutuhan sektor kelistrikan di wilayah Jambi dengan total  volume 5 MMscfd. Periode kontrak ini akan berlaku 6 bulan sejak penandatanganan amandemen perjanjian jual beli gas sampai dengan 14 Mei 2017 mendatang.

Keenam, perjanjian Jual Beli Gas antara PT Pertamina EP dengan Perusda Serumpun Pseko untuk sektor kelistrikan di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Total volume gas dalam kontrak itu sebesar 1 MMSCFD untuk periode paling lambat 8 bulan sejak perjanjian jual beli gas ditandatangani hingga 31 Desember 2017 mendatang.

Terakhir, perubahan perjanjian jual beli gas antara PT Lapindo Brantas dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk sektor industri di Jawa Timur, berlaku mulai 1 Januari 2013 hingga 31 Desember 2015.

Dari data SKK Migas diketahui alokasi gas untuk sektor industri pada kuartal 1-2013 mencapai 1.204,5 MMscfd, dan alokasi untuk sektor kelistrikan mencapai 730 MMscfd

http://web.bisnis.com/skk-migas-7-perjanjian-jual-beli-gas-dengan-volume-561-tbtu

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s