RI-Papua Nugini Jajaki Kerja Sama Investasi ESDM

Selasa, 21 Mei 2013 | 13:44

JAKARTA- Indonesia dan Papua Nugini menjajaki kerja sama investasi energi dan sumber daya mineral (ESDM) di perbatasan kedua negara.

“Perbatasan Indonesia dan Papua Nugini diperkirakan memiliki kandungan energi dan mineral cukup besar. Kerja sama ini akan saling menguntungkan kedua negara,” kata Menteri ESDM Jero Wacik usai bertemu Menteri BUMN dan Investasi Papua Nugini Ben Micah di Jakarta, Selasa.

Selain investasi, menurut dia, kerja sama perbatasan juga bakal meningkatkan keamanan di wilayah tersebut.

Kedua negara, lanjut Jero, membicarakan kerja sama pengembangan potensi migas di antaranya bersama PT Pertamina (Persero), mineral, jalan, pembangkit, dan distribusi listrik. “Kami juga membahas rencana kunjungan PM Papua Nugini ke Indonesia pada bulan depan,” katanya.

Saat kunjungan tersebut dijadwalkan sejumlah penandatanganan kerja sama termasuk energi.

Kunjungan itu menindaklanjuti pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Papua Nugini pada Forum Demokrasi Bali di Bali. “Waktu itu dibicarakan rencana kerja sama termasuk energi,” ujarnya.

Ben Micah mengungkapkan, potensi energi dan mineral di wilayah dekat perbatasan dengan Indonesia memang belum tergarap. “Kami akan buat perusahaan patungan dengan Pertamina untuk mengembangkan potensi ini,” katanya.

Saat ini, perusahaan migas multinasional seperti ExxonMobil, Total SA, dan Shell sudah mengeksplorasi di Papua Nugini.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, secara geologi, potensi di Papua dan Papua Nugini terkait erat dan cukup besar.

Menurut dia, kalau cadangan PT Freeport Indonesia mencapai 2,5 miliar ton, maka di perbatasan bisa lebih dari itu.

Saat ini, PT Aneka Tambang Tbk tengah mengeksplorasi emas dan tembaga di perbatasan. Namun, pengembangan tersebut masih membutuhkan jalan 200 km. “Mudah-mudahan bisa dikerjasamakan,” ujarnya.

Elektrifikasi
Sementara, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, Indonesia dan Papua Nugini bisa membangun interkoneksi, sehingga meningkatkan elektrifikasi kedua negara.

Saat ini, rasio elektrifikasi di Papua masih yang terendah yakni hanya 40%, sementara nasional sudah 76,5%. “Kami akan percepat, sehingga dalam tempo dua tahun sudah di atas 60%,” ujarnya.

PT PLN (Persero), menurut dia, saat ini, sedang membangun sejumlah pembangkit seperti di sebelah barat Jayapura. “Nanti, kalau ada kelebihan, bisa diekspor ke Papua Nugini,” katanya.

Dirut Pertamina Karen Agustiawan menambahkan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya sepakat akan membuat perjanjian studi bersama dengan BUMN migas Papua Nugini. Pertamina belum mengetahui seberapa besar potensi migas di wilayah perbatasan. “Jadi, kami sepakat buat joint studi agreement dulu,” katanya. (gor/ant)

http://www.investor.co.id/energy/ri-papua-nugini-jajaki-kerja-sama-investasi-esdm/61284

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s