LONGSOR FREEPORT: Tak Boleh Operasi Sampai Inspeksi Selesai

Lili Sunardi   –   Senin, 27 Mei 2013, 16:25 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA— PT Freeport Indonesia belum diizinkan kembali beroperasi hingga tim inspeksi pertambangan selesai melakukan kajian di wilayah kerja perusahaan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan saat ini tim inspeksi pertambangan sedang menilai kelayakan wilayah kerja milik Freeport.

Tim tersebut bekerja secara bersamaan dengan tim investigasi yang menyelidiki penyebab runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan.

“Ada dua tim, tim investigasi untuk menyelidiki penyebab runtuh di Big Gossan, kalau tim inspeksi untuk pencegahan. Setelah nanti pertambangannya dinyatakan OK, baru mereka [PT Freeport Indonesia] beroperasi lagi,” katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Akibat berhentinya operasi di Freeport itu, menurut Susilo, negara kehilangan potensi penerimaan dari produksi perusahaan yang mencapai 200.000 ton batuan dengan kandungan emas dan tembaga setiap harinya.

Inspeksi wilayah kerja pertambangan Freeport dilakukan oleh inspektur pertambangan yang berada di bawah Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM dibantu dengan tim dari internal Freeport.

Saat ini telah ada Surat Keputusan Menteri ESDM terkait tim investigasi independen untuk menyelidiki penyebab runtuhnya Big Gossan. Tim tersebut terdiri dari para akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu Bara (Tekmira) Kementerian ESDM, dan pakar pertambangan.

“Tim investigasi itu nantinya dalam waktu 1 sampai 2 bulan akan mengirimkan laporan penyebab runtuh di Big Gossan. Di sana juga tidak ada alat pendeteksi gempa bumi ,” jelasnya.

Susilo menduga runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah itu disebabkan fenomena alam di wilayah tersebut. Alasannya, fasilitas tersebut telah ada sejak 10 tahun lalu dan saat evakuasi dilakukan terdapat air yang cukup banyak di terowongan tersebut.

Dia juga menegaskan tidak akan memberikan memberikan hukuman kepada Freeport jika nantinya terbukti insiden itu disebabkan fenomena alam. “Kalau musibah, masa kami hukum, lagi pula masa mereka [Freeport] sengaja mau membunuh 28 orang karyawan,” ungkapnya.

Seluruh perusahaan pertambangan yang melakukan operasi bawah tanah untuk secara regular melakukan pengecekan dan pemeliharaan fasilitasnya. Selain itu, perusahaan pertambangan juga harus melengkapi semua wilayah operasinya dengan perlengkapan keselamatan, termasuk alat pendeteksi gempa bumi.

Richard C Adkerson, CEO Freeport McMoran Copper and Gold Inc mengatakan pihaknya juga akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab runtuhnya Big Gossan. Tim tersebut nantinya akan bekerja bersama tim investigasi yang dibentuk pemerintah, sehingga dapat mengetahui penyebab pasti insiden yang menewaskan 28 orang itu.

Richard juga berjanji akan terbuka dalam proses investigasi yang dilakukannya dan mengutamakan keselamatan pekerja dibandingkan dengan produksinya. “Kami sudah mengumumkan kepada serikat pekerja dan Kementerian ESDM akan lebih memprioritaskan keselamatan pekerja dibandingkan peningkatan produksi,” tuturnya.

Menurutnya, Big Gossan bukanlah areal yang berbahaya, karena hanya dijadikan sebagai tempat pelatihan pertambangan bawah tanah sejak 2000. Big Gossan diklaim memiliki sistem keamanan terbaik untuk fasilitas bawah tanah sejak dibangun pada 1998 untuk keperluan eksplorasi. (ltc)

Editor : Linda Teti Silitonga

http://www.bisnis.com/longsor-freeport-tak-boleh-operasi-sampai-inspeksi-selesai

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s