PASCA INSIDEN: Freeport Kembali Produksi Bijih Mineral

Lili Sunardi   –   Rabu, 29 Mei 2013, 16:27 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA — PT Freeport Indonesia akan kembali beroperasi memproduksi bijih emas dan tembaga setelah sempat berhenti pascainsiden runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan yang menewaskan 28 pekerja.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Rozik B Soetjipto mengatakan saat ini perusahaan sedang melakukan persiapan untuk kembali beroperasi. Paling cepat perusahaan akan mulai kembali memproduksi bijih emas dan tembaga pada Kamis, 30 Mei 2013.

“Saat ini kami sudah mulai melakukan persiapan. Mungkin besok [Kamis 30 Mei 2013] kami sudan mulai beroperasi lagi, tetapi kegiatan produksi itu tidak akan langsung secara bertahap,” katanya di Jakarta, Rabu (29/5/2013).

Rozik mengungkapkan sejak Senin 27 Mei 2013 lalu PT Freeport Indonesia sudah mulai memperbaiki fasilitas tambang terbuka Grasberg dan kembali memanaskan mesin penunjang pertambangan. Diperkirakan, dalam waktu 4 hari agar perseroan dapat mencapai kapasitas produksi normal yang sebesar 140.000 ton bijih per hari.

Menurutnya, selama ini juga Pemerintah tidak pernah melarang perseroan untuk beroperasi. Keputusan untuk menghentikan semua kegiatan operasinya pascainsiden itu merupakan inisiatif perusahaan yang dalam masa berkabung.

Bahkan, proses pengapalan bijih emas dan tembaga selama ini terus berjalan meskipun PT Freeport Indonesia menyatakan berhenti beroperasi untuk sementara. “Saat ini proses pengiriman bijih masih terus berjalan karena masih ada stok untuk diangkut,” ungkapnya.

Irwandy Arif,chairman of Indonesia Mining Institute mengatakan seharusnya PT Freeport tidak menghentikan operasinya di tambang terbuka Grasberg. Alasannya, penghentian kegiatan operasi justru akan mengubah wilayah pertambangan dan membahayakan para pekerja nantinya.

“Kalau kegiatan pertambangan dihentikan, maka akan berdampak pada kualitas fasilitas pertambangan itu. makanya saya juga menganjurkan agar PT Freeport Indonesia kembali beroperasi,” katanya.

Dalam melakukan evaluasi, lanjut Irwandy, sebaiknya dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses desain hingga penilaian akhir. Dengan begitu, Pemerintah akan langsung megetahui berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku usaha,

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan saat ini tim inspeksi pertambangan sedang menilai kelayakan wilayah kerja milik Freeport. Tim tersebut bekerja secara bersamaan dengan tim investigasi yang menyelidiki penyebab runtuhnya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan.

Akibat berhentinya operasi di Freeport itu, menurut Susilo, negara kehilangan potensi penerimaan dari produksi perusahaan yang mencapai 200.000 ton batuan dengan kandungan emas dan tembaga setiap harinya.

Inspeksi wilayah kerja pertambangan Freeport dilakukan oleh inspektur pertambangan yang berada di bawah Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM dibantu dengan tim dari internal Freeport.

Saat ini telah ada Surat Keputusan Menteri ESDM terkait tim investigasi independent untuk menyelidiki penyebab runtuhnya Big Gossan. Tim tersebut terdiri dari para akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu Bara (Tekmira) Kementerian ESDM, dan pakar pertambangan. (dot)

Editor : Endot Brilliantono

http://www.bisnis.com/pasca-incedent-freeport-kembali-produksi-bijih-mineral

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s