Pengalihan Blok Siak Rugikan Negara

Selasa, 28 Mei 2013 | 15:59

PEKANBARU-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan pengalihan pengelolaan blok minyak di Kabupaten Siak (Blok Siak) berotensi mendatangkan kerugian bagi negara.

“Blok Siak menghasilkan 2.000 barel per hari, jika dilakukan tender ulang atau pengalihan terhadap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang baru, maka berpotensi terhentinya produksi minyak,” kata Kepala SKK Migas wilayah kerja Sumbagut, Agung P Budiono di Pekanbaru, Selasa (28/5).

Dengan berbagai pertimbangan itu, kata Agung, maka tidak menutup kemungkinan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) yang menjadi KKKS di Blok Siak hingga saat ini, juga akan terus melanjutkan pengelolaannya di ladang minyak tersebut.

Kontrak pengelolaan Blok Siak sesuai jadual akan segera habis pada November 2013. Kawasan ini menjadi ‘perebutan’ bagi calon-calon KKKS termasuk pemerintah daerah melalui perusahaan daerah (BUMD).

“Peluang kedua itu (pengalihan pengelolaan) tidak menutup kemungkinan. Namun Blok Siak dibagi menjadi tiga bagian, dimana satu bagian akan tetap dikelola oleh Chevron dan lainnya bisa dikelola oleh BUMD atau BUMN seperti Pertamina,” katanya.

Untuk Chevron, demikian Agung, pihaknya juga telah melihat kinerja yang cukup baik dengan hasil produksi minyak bumi yang maksimal.

Hal itu menurut dia, karena Chevron terus melakukan pengembangan teknologi untuk menggali sumber minyak bumi yang terkandung dalam Blok Siak.

“Sejauh ini kami masih merekomendasikan Chevron untuk kembali mengelola Blok Siak. Namun semuanya tergantung lagi pemerintah melalui kementerian terkaitnya,” kata dia kepada Antara.

Manajemen PT Chevron Pacifik Indonesia menyatakan blok minyak di Siak yang akan habis kontrak bagi hasilnya pada November 2013 memiliki keterkaitan dengan Blok Rokan hingga mendorong perusahaan milik Amerika Serikat itu tertarik untuk memperpanjang izinnya.

“Kami memandang keterkaitan itu perlu dipertahankan untuk kesinambungan produksi bersama blok lain, meski kapasitas produksinya tidak terlalu besar,” kata Manajer Humas Chevron Tiva Permata beberapa waktu lalu.

Pemerintah belum memutuskan akan memperpanjang kontrak pengelolaan Blok Siak atau malah mengambil alihnya untuk kemudian dihibahkan ke PT Pertamina (Persero).

Sebelumnya perusahaan yang dulunya bernama Caltex itu tidak mempertahankan CPP Blok, dengan produksi 50.000 barel per hari, dan akhirnya dikelola oleh PT BSP sejak 2002, sementara Blok Siak hanya menghasilkan 1.600-2.000 barel per hari, dengan asumsi satu barel setara dengan 158,987 liter.

Kontrak bagi hasil (production sharing contract) di Blok Siak berlaku sejak 1991 selama 22 tahun, artinya akan habis pada November 2013. (*/hrb)

http://www.investor.co.id/energy/pengalihan-blok-siak-rugikan-negara/61748

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s