Satu Kaveling Blok Cepu Minta Rp9 Triliun

Selasa, 18 Juni 2013 | 12:03

BOJONEGORO-Mobil Cepu Limited (MCL) menyatakan masih belum bisa membebaskan satu kaveling lahan seluas 4.800 meter persegi di lokasi proyek produksi minyak Blok Cepu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, karena pemiliknya memasang harga Rp9 triliun.

“Pemilik lahan seluas 4.800 meter persegi itu, Ali Mucharom, penawaran harga tanahnya terus naik dan saat ini minta ganti rugi Rp9 triliun,” kata Bagian Konstruksi MCL Agus Kimulyanto di lokasi kaveling itu di kawasan proyek Blok Cepu, Bojonegoro, Senin (17/6).

Mengenai harga tanah yang ditawarkan Ali Mucharom itu juga disampaikan kepada Tim Sekretariat Wakil Presiden (Wapres) yang dipimpin Kepala Bidang Energi Sunaryo dan rombongan yang meninjau lokasi proyek Blok Cepu di Kecamatan Ngasem.

“Ini harga tanah termahal di dunia,” ujar Agus sambil menunjuk lokasi lahan milik Ali Mucharom itu.

Selain itu, lanjutnya, juga masih ada dua kaveling tanah yang lokasinya berada di tengah-tengah proyek Blok Cepu yang masih belum bisa dibebaskan karena pemiliknya masih terlibat sengketa hukum menunggu keputusan Mahkamah Agung (MA).

“Tapi mengenai harga tanahnya, pemilik sudah tidak ada masalah. Hanya menunggu keputusan MA yang akan menentukan ahli waris yang berhak menerima uang pembayarannya,” jelas Kepala Badan Perizinan Pemkab Bojonegoro Bambang Waluyo yang pernah menjabat Camat Ngasem.

Baik lahan milik Ali Mucharom maupun dua kaveling tanah yang masih dalam proses sengketa itu, lokasinya masuk Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, tepat berada di tengah proyek Blok Cepu.

Namun, menurut Field Public and Government Affairs atau Bidang Umum dan Urusan Pemerintah Mobil Cepu Limited (MCL) Rexy Mawardijaya, belum dibebaskannya lahan di kawasan proyek Blok Cepu itu tidak mengganggu pekerjaan.

“Tanah milik Ali Mucharom dan dua kaveling tanah yang masih menunggu keputusan MA itu tidak menghambat pekerjaan proyek Blok Cepu, sebab tidak dimanfaatkan untuk lokasi bangunan,” jelas dia.

Hanya saja, katanya, pihaknya tetap berusaha melakukan pendekatan kepada Ali Mucharom, warga Desa Simo, Kecamatan Malo, Bojonegoro itu, agar bersedia melepaskan tanahnya dengan harga yang wajar.

“Kami terus melakukan pendekatan kepada yang bersangkutan untuk membebaskan tanah itu sepanjang harganya wajar. Kalau selama ini harga tanah yang sudah dibebaskan untuk proyek Blok Cepu mulai Rp60 ribu sampai Rp100 ribu/meter persegi,” jelasnya.

Pemerintah menargetkan proyek pembangunan engineering, procurement, and construction (EPC) atau rekayasa, pengadaan dan konstruksi Blok Cepu Bojonegoro yang akan memproses produksi minyak sebesar 165 ribu barel/hari bisa selesai Oktober 2014.(ant/hrb)

http://www.investor.co.id/energy/satu-kaveling-blok-cepu-minta-rp9-triliun/63088

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s