PROYEK MASELA Mundur, Terbentur Perpanjangan Kontrak

Lili Sunardi   –   Senin, 24 Juni 2013, 17:03 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA–Proyek pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (migas) dan pembangunan kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) terapung di Lapangan Abadi, Blok Masela terancam mundur karena persoalan nonteknis.

Gde Pradnyana, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan Inpex Corporation sebagai operator di Blok Masela menyatakan proyek pengembangan di Blok itu baru selesai pada 2019. Padahal, Pemerintah telah menargetkan proyek di Masela dapat beroperasi pada 2018.

“Inpex kelihatannya akan mundur menjadi 2019, karena persoalan nonteknis seperti pembeli gas dan perpanjang kontrak,” katanya di Jakarta, Senin (24/6).

Pradnyana mengungkapkan saat ini Inpex memang telah mengajukan perpanjangan kontrak untuk pengelolaan Blok Masela kepada Pemerintah. Perusahaan menginginkan dapat menjadi operator di Blok tersebut lebih lama, karena saat ini kontraknya akan berakhir pada 2028 atau sekitar 10 tahun sejak proyek itu rampung.

Secara terpisah Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mengatakan saat ini sisa kontrak Blok Masela hanya menyisakan 12 tahun. Rentang waktu tersebut dianggap tidak cukup bagi Inpex untuk mengembalikan investasi yang dikeluarkannya, sehingga mengajukan perpanjangan agar mendapatkan keekonomian dari blok itu.

“Memang biasanya industri hulu migas membutuhkan waktu sekitar 30-40 tahun untuk dapat mengembalikan investasinya. Paling [kontrak Blok Masela] akan diperpanjang sekali dengan waktu 20 tahun saja sudah cukup,” ungkapnya.

Sayangnya Pemerintah tidak mungkin melakukan perpanjangan kontrak tersebut, karena terbentur dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 35/2004. Dalam Pasal 28 ayat (5) PP itu disebutkan permohonan perpanjangan kontrak hanya boleh dilakukan paling cepat 10 tahun dan paling lambat 2 tahun sebelum kontrak berakhir.

Sementara itu Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan perpanjangan kontrak Blok tersebut akan ditentukan dari keekonomiannya. Blok Masela sendiri dianggap kurang ekonomis, karena memiliki internal rate of return di bawah 14%.

Untuk itu, Pemerintah akan mengkaji kembali keekonomian blok tersebut dengan melihat harga gasnya sebelum menentukan apakah akan diperpanjang atau tidak.

“Nanti kami lihat dulu bersama SKK Migas untuk memastikan faktor keekonomiannya. Kami harus kita lihat analisis risiko dan manfaatnya dulu,” tuturnya.

Editor : Ismail Fahmi

 

http://www.bisnis.com/proyek-masela-mundur-terbentur-perpanjangan-kontrak

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s