Kenaikan Harga Gas 40 Persen Beratkan Pengusaha

Rabu, 17 Juli 2013 | 12:43

MEDAN-Pengusaha Sumatera Utara (Sumut) menolak rencana Satuan Kerja Khusus Pengatur Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang akan menaikkan harga gas sebesar 40 persen.

“Jelas ditolak, masa pasokan tidak ada harga dinaikkan, itu (kenaikan) dihitung berdasarkan apa,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pengguna Gas (Apigas) Sumut, Johan Brien, di Medan, Rabu.

Apalagi, kata dia, harga jual gas dewasa ini saja besarannya sudah hampir dua kali lipat dari harga jual di Malaysia.

“Kalau harga naik lagi, semakin matilah perusahaan di Sumut karena produknya semakin tidak bisa bersaing dengan produk serupa dengan Malaysia maupun lainnya,” katanya kepada Antara.

Dewasa ini saja, kata dia, dengan kesulitan pasokan gas, 52 perusahaan anggota Apigas terancam tutup, dan itu sudah nyata dimana satu di antaranya yakni PT.Ecogreen Oleochemical sejak 11 Juli tidak berproduksi lagi.

Dia berharap, ada kebijakan seperti Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) N0.007 tahun 2007 di Pasal 10 yang menyebutkan untuk di Medan dan Sumut, harga gas tidak dinaikkan sampai volume dan tekanan bisa terpenuhi.

“Harus ada kebijakan yang bisa mengamankan industri, karena dampaknya sangat besar mulai menyangkut soal tenaga kerja hingga devisa,” katanya.

Pejabat sementara ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kaidn) Sumut, Tohara Suhartono juga menegaskan, Kadin menolak rencana kenaikan itu khususnya untuk diberlakukan di Sumut.

“Kondisi perusahaan di Sumut semakin tidak kondusif dengan krisis energi mulai listrik dan gas di tengah masih berlangsungnya krisis global. Jangan lagi diperburuk dengan kenaikan harga gas,” katanya.

Awalnya pasokan gas ke industri Sumut sebanyak 17 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) ditambah dari PT Pertiwi Nusantara Resources (PNR) sebesar 10 MMSCFD, namun jumlah itu terus anjlok bahkan dari PNR terhitung 10 Juli sudah nol.

Tinggal sekarang dari pasokan PT.Pertamina EP sebesar 7 MMSCFD.

Sedangkan untuk tekanan juga otomatis turun dari 17 BAR menjadi di bawah 0, 5 BAR yang berakibat sangat mengganggu ke perusahaan tertentu seperti industri sarung tangan dan keramik.

Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandin, di Jakarta, Senin, menyebutkan, kenaikan harga gas hulu sebesar 40 persen dari semula 5,8 dolar AS per juta british thermal unit (Btu) menjadi 8 dolar AS per juta Btu dimaksudkan agar industri hulu Migas tidak terlalu banyak mensubsidi pasar domestik.

Dengan harga sebesar itu, kata dia, industri sebenarnya juga masih memperoleh subsdi sebesar 95 persen atau mencapai 7 dolar AS per juta Btu.

Hitungan itu mengacu pada harga rata-rata ekspor gas melalui pipa mencapai 15,63 dolar AS per juta Btu.(*/hrb)

http://www.investor.co.id/energy/kenaikan-harga-gas-40-persen-beratkan-pengusaha/64919

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s