Pembangunan Kilang Senoro Capai 90 Persen

Rabu, 24 Juli 2013 | 8:10

JAKARTA-Pembangunan kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) milik PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) di Sulawesi Tengah per 25 Juni 2013 sudah mencapai 90 persen.

Direktur Korporasi DSLNG Andy Karamoy di Jakarta, Selasa mengatakan, kemajuan proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) itu lebih cepat 6,1 persen dari target.

“Kami optimis penyelesaian pekerjaan sesuai target yakni tahun depan,” katanya.

Dari sisi konstruksi fisik kilang, kemajuannya sudah 72,1 persen atau lebih cepat 14,7 persen dari rencana.

Proyek kilang Senoro dengan nilai investasi 2,8 miliar dolar AS mulai dibangun 2011.

Dengan konstruksi selama 46 bulan, maka ditargetkan kilang dengan kapasitas 2,1 juta ton per tahun akan mulai berproduksi pada kuartal keempat 2014.

Kilang Senoro akan dipasok Area Matindok yang dikelola PT Pertamina EP sebesar 80 MMSCFD dan Blok Senoro�Toili yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi-Medco Energi 250 MMSCFD.

General Manager Area Matindok Pertamina EP Medianto Satyawan mengatakan, pengembangan Matindok masih sesuai rencana yakni mulai berproduksi Desember 2014.

“Kemajuan konstruksi di Donggi sudah 9,4 persen dan Matindok masih dalam proses lelang,” katanya.

Sementara, jumlah pemboran sumur sudah 11 dari rencana 19 sumur.

“Total investasi yang dikucurkan hingga saat ini mencapai 120 juta dolar,” ujar Medianto.

Nilai keseluruhan investasi pengembangan Area Matindok mencapai 762,1 juta dolar AS.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Hulu Energi Wahidin Nurluzia mengatakan, Blok Senoro Toili akan mulai pengeboran sumur Agustus 2013.

“Target produksi penuh pada Desember 2014,” katanya.

Jumlah sumur pengembangan yang dibor sebanyak 10 sumur.

Produksi LNG Senoro akan diperuntukkan bagi ekspor sebesar 75 persen dan sisanya domestik.

DSLNG selaku operator kilang sudah menandatangani perjanjian jual beli LNG dengan tiga pembeli selama 13 tahun sejak 2014.

Rinciannya, Chubu Electric Power Inc, Jepang dengan volume satu juta ton per tahun, Kyushu Electric Power Co Inc, Jepang sebesar 300 ribu ton per tahun, dan Korea Gas Corporation (Kogas) 700 ribu ton per tahun.

Selain LNG, gas bumi yang diproduksikan Senoro dan Matindok akan dimanfaatkan di dalam negeri untuk pabrik pupuk milik PT Panca Amara Utama dan pembangkit PT PLN (Persero).

Komposisi pemegang saham DSLNG adalah Sulawesi LNG Development Ltd 59,9 persen, PT Pertamina Hulu Energi 29 persen dan PT Medco LNG Indonesia 11,1 persen.

Sulawesi LNG merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki Mitsubishi Corporation 75 persen dan Kogas 25 persen.(ant/hrb)

http://www.investor.co.id/energy/pembangunan-kilang-senoro-capai-90-persen/65371

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s