Ekspor Mineral Dilarang, Newmont Ancam Hentikan Produksi

Editor   –   Jumat, 20 September 2013, 08:29 WIB

JAKARTA—PT Newmont Nusa Tenggara mengancam menghentikan operasi produksi dari tambang Batu Hijau seiring dengan larangan ekspor konsentrat tembaga mulai Januari 2014.

Rencana penghentian operasi produksi Newmont itu dilontarkan oleh Presdir Newmont Martiono Hadianto dalam memorandum No. 1425/PD-MH/NNT/IX/2013 tertanggal 16 September 2013, yang ditujukan kepada seluruh karyawan dengan tembusan kepada seluruh manajemen perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.

Menurut Martiono, pendapatan tambang tembaga dari perusahaan tersebut tidak akan mencukupi jika hanya memasok konsentrat mereka ke PT Smelting di Gresik.

“Dengan kondisi seperti ini, kita harus membuat rencana darurat dalam hal ekspor konsentrat, termasuk adanya kemungkinan penghentian operasi Batu Hijau,” ujarnya seperti dilaporkan harian Bisnis Indonesia Jumat (20/9/2013).

Dalam surat tersebut, Newmont menyatakan belum mendapat konfirmasi izin ekspor konsentrat tembaga setelah 12 Janunari 2014.

Hingga saat ini, perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut tetap memegang kontrak karya (KK) sebagai perjanjian dengan pemerintah.

Sesuai dengan Undang-undang No. 4/2009, Pasal 95,102,103 telah sangat tegas menyebutkan perusahaan tambang pemilik izin usaha pertambangan (IUP) wajib melakukan peningkatan produk bernilai tambah di dalam negari.

Bahkan, Pasal 170 UU No. 4/2009 menyebutkan pemegang kontrak karya (KK) yang sudah berproduksi wajib melakukan pemurnian selambat-lambatnya 5 tahun sejak UU No. 4/2009 diundangkan.

Bahkan, Presiden juga mendukung program penghiliran kembali dengan mengeluarkan Inpres No.3/2013.

Menteri ESDM Jero Wacik juga telah mengeluarkan Permen No. 20/2013 yang mengatur teknis program penghiliran termasuk bila perusahaan yang tidak sanggup dan menilai tidak ekonomis dapat melakukan kemitraan dengan perusahaan lainnya.

Berkaitan dengan program penghiliran itu, Presdir PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusa Tenggara—Rozik B. Soetjipto dan Martiono Hadianto telah menghadap ke Wamen ESDM Susilo Siswoutomo, Rabu (18/9/2013).

Baca selengkapnya di harian Bisnis Indonesia edisi Jumat (20/9/2013) atau di http://epaper.bisnis.com/index.php/ePreview?IdCateg=20130920227#

Source : Bisnis Indonesia (20/9/2013)

Editor : Nurbaiti

http://www.bisnis.com/ekspor-mineral-dilarang-newmont-ancam-hentikan-produksi

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s