Hingga Kuartal Ketiga – Produksi Tambang Emas Martabe Capai 209.000 Ounce

MedanBisnis – Medan. Produksi emas oleh Tambang Emas Martabe telah mencapai 209.000 ounce di tahun 2013 hingga bulan September. Sementara produksi perak mencapai 1 juta ounce.

Dalam kurun Juli-September atau di kuartal ketiga tahun ini, jumlah produksi emas mencapai 75.132 ounce. Jumlah ini menunjukkan kenaikan dibandingkan kuartal kedua yang mencapai 70.212 ounce.

Sementara produksi perak mencapai 433.942 ounce, yang juga menunjukkan kenaikan dibandingkan kuartal kedua yaitu sebanyak 382.320 ounce.

“Sementara target produksi tahun 2013 adalah 280.000 ounce emas dan 1,7 juta ounce perak,” kata Senior Manager Corporate Communications, Katarina Siburian Hardono, Kamis (17/10).

Katarina mengatakan, perusahaan memperoleh pendapatan US$ 119,5 juta dari penjualan 82.845 ounce emas dan 453.614 ounce perak. Kemudian biaya produksi berhasil ditekan menjadi US$ 397 per ounce. Pada kuartal kedua biaya produksi berada pada US$ 510.

Presiden Direktur G-Resources Tambang Emas Martabe, Peter Albert mengatakan, optimismenya target produksi emas dan perak pada 2013 dapat tercapai. “Selain itu, kami senang berhasil menurunkan biaya produksi dibandingkan kuartal kedua,” ujarnya.

Menurutnya, produksi dapat tercapai berkat langkah-langkah efisien yang dilakukan perusahaan di tengah perkembangan harga emas yang belum menggembirakan. “Kami akan bergerak terus mengembangkan Martabe menjadi salah satu tambang emas terkemuka di Asia yang berkontribusi positif bagi negara,” ujarnya.

Terbit izin
Di sisi lain, pada 30 Agustus 2013, Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan izin penempatan tailing bagi Tambang Emas Martabe bernomor 303/2013 yang berlaku selama lima tahun.

Material sisa pengolahan emas dan perak (tailing) ditampung dalam sebuah bendungan yang berada di lokasi Tambang Emas Martabe dengan elevasi desain RL 330 di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 79,66 ha dan kapasitas tampung 11,4 juta m3.

Bendungan yang dibangun untuk penempatan tailing ini telah memenuhi kriteria keamanan bendungan dan didesain dapat menahan kekuatan gempa hingga 8,5 SR.

Untuk desain bendungan, katanya, Tambang Emas Martabe telah mendapat sertifikat persetujuan desain bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum No PR.01.04-Mn/22 pada 17 Januari 2011. “Sertifikat ini merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin penempatan tailing dalam bendungan dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Untuk diketahui, tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Tapsel, Sumut, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam (“CoW”) yang ditandatangani April 1997.

Tambang Emas Martabe kini telah memiliki sumberdaya 8,2 juta ounce emas dan 75,3 juta ounce perak dan mulai berproduksi penuh pada awal 2013, dengan kapasitas per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.

Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95%, dan pemegang 5% saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 70% sahamnya dimiliki Pemkab Tapsel dan 30% dimiliki Pemprovsu. (benny pasaribu)

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/10/18/56992/produksi_tambang_emas_martabe_capai_209000_ounce/#.UmEDZ1KZjIU

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s