Perpanjangan KKS Masela Tunggu PJBG

Kamis, 24 Oktober 2013 | 15:06

JAKARTA- Pemerintah hingga saat ini belum memutuskan perpanjangan kontrak kerja (KKS) sama Blok Masela di Laut Arafura, Maluku. Sebeb pemrosesan perpanjangan akan dilakukan setelah ada perjanjian jual beli gas (PJBG) dari ladang tersebut.

“Sesuai aturan, harus ada ‘GSA’ (gas sales agreement atau PJBG) dulu,” ucap Dirjen Migas Kementerian ESDM Edy Hermantoro di Jakarta, Kamis.

Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Migas menyebutkan, kewajiban PJBG itu.

Pasal 28 Ayat 5 PP 35/2004 menyebutkan, permohonan perpanjangan kontrak kerja sama dapat disampaikan paling cepat 10 tahun dan paling lambat dua tahun sebelum kontrak berakhir.

Lalu, Ayat 6 pasal yang sama menambahkan, jika kontraktor telah terikat dengan kesepakatan jual beli gas bumi, maka dapat mengajukan perpanjangan kontrak lebih cepat dari batas waktunya.

Menurut Edy, GSA itu menunjukkan bahwa produksi gas Masela telah terkontrak dengan pembelinya atau sudah teralokasikan. “Dari GSA itu ada harga dan selanjutnya FID (final investment decision atau investasi),” paparnya.

FID atau investasi tersebut, tambah Edy, menjadi pertimbangan dalam evaluasi perpanjangan kontrak Masela. Selain investasi, evaluasi juga menyangkut teknis.

Edy mengatakan, saat ini, pihaknya masih menunggu rekomendasi alokasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). “Kami tunggu dulu rekomendasi dari SKK Migas,” ujarnya seraya menambahkan bahwa pemerintah tidak terburu-buru memutuskan perpanjangan kontrak Blok Masela.

Perusahaan asal Jepang, Inpex Masela Ltd, yang menjadi operator Blok Masela, telah mengajukan perpanjangan kontrak selama 20 tahun dari sebelumnya berakhir 2028 menjadi 2048.

Alasannya, Masela diperkirakan baru berproduksi 2018 atau hanya 10 tahun sebelum kontrak berakhir 2028, sehingga belum cukup mengembalikan investasi US$ 14 miliar.

Blok Masela terletak di lepas pantai Laut Arafura sekitar 155 km arah barat daya Kota Saumlaki yang berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste.

Saat ini, hak partisipsi Masela dimiliki Inpex Masela Ltd yang sekaligus bertindak sebagai operator sebesar 65% dan Shell Corporation 35%. (ant/gor)

http://www.investor.co.id/energy/perpanjangan-kks-masela-tunggu-pjbg/71324

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s