Impor Minyak Mentah tak Terelakkan

Lili Sunardi   –   Kamis, 07 November 2013, 21:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia tidak bisa menghindari impor minyak mentah karena produksi minyak dan gas bumi (migas) terus menurun, sedangkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

Naryanto Wagimin, Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Kementerian ESDM, mengatakan satu-satunya cara menghentikan impor minyak mentah adalah meningkatkan produksi migas di dalam negeri. Sayangnya, produksi migas di dalam negeri terus menurun, bahkan belum mencapai target dalam APBNP 2013 yang sebesar 840.000 barel per hari.

“Impor minyak mentah tentu untuk kilang dalam rangka memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri, baik itu untuk industri, kelistrikan, maupun transportasi yang terus tumbuh,” katanya hari ini, Kamis (7/11/2013).

Naryanto menuturkan pemerintah akan mendorong penghematan konsumsi di sektor yang selama ini dinilai boros menggunakan BBM, seperti industri, dan ketenagalistrikan. Sementara itu, penghematan di sektor transportasi akan sulit dilakukan, karena kebutuhan dan peningkatan penjualan kendaraan bermotor yang terus tumbuh.

Akan tetapi, upaya penghematan itu juga dapat berdampak pada terhambatnya pertumbuhan perekonomian nasional. Pasalnya, saat ini BBM masih menjadi salah satu sumber energi utama yang digunakan untuk kegiatan produksi di dalam negeri.

Menurutnya, program diversifikasi energi dari BBM ke gas juga tidak akan signifikan menekan impor minyak mentah di dalam negeri, karena kilang milik PT Pertamina (Persero) tetap membutuhkan pasokan minyak mentah untuk diolah menjadi BBM.

“Pertamina juga kan saat ini membutuhkan minyak mentah untuk diolah menjadi BBM di kilangnya, seperti di Kilang Balongan dan Kilang Cilacap,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, impor minyak mentah Indonesia pada September 2013 tercatat US$1,19 miliar dengan volume 1,38 juta ton. Angka tersebut menunjukkan kenaikan, karena bulan sebelumnya impor minyak mentah hanya US$990 juta dengan volume impor 1,18 juta ton.

Impor minyak mentah dari Januari sampai September tahun ini mencapai  US$10,26 miliar, dengan volume 12,13 juta ton, sedangkan impor minyak mentah pada periode yang sama tahun lalu mencapai US$7,93 miliar, dengan volume impor 9,23 juta ton.

Editor : Sutarno

http://industri.bisnis.com/read/20131107/44/185161/impor-minyak-mentah-tak-terelakkan

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s