Terminal LNG Terapung Lampung Beroperasi 2015

Kamis, 28 November 2013 | 8:54

JAKARTA-PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) optimistis proyek terminal LNG terapung (floating storage and regasification unit/FSRU) di perairan timur Lampung akan mulai beroperasi awal 2015.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PGN M Wahid Sutopo di Jakarta, Rabu mengatakan, saat ini, pembangunan FSRU terus berjalan dan ditargetkan selesai 2014.

“Dengan jadwal operasi mulai awal 2015,” katanya.

Menurut dia, FSRU yang akan memasok kebutuhan industri, komersial, dan rumah tangga, sudah mendapatkan alokasi gas sebanyak 18 kargo mulai 2016.

Wahid menambahkan selain FSRU, pada 2013, PGN mengoperasikan SPBG bergerak (mobile refueling unit/MRU) untuk mendukung program konversi gas transportasi.

“Sampai akhir tahun, targetnya ada tiga MRU beroperasi di Jakarta,” ujarnya.

Lalu, PGN tengah membangun pipa gas ruas Cikande-Bitung sepanjang 30 km dengan progres sudah 90 persen. Pipa yang merupakan bagian proyek South Sumatera West Java (SSWJ) tahap satu itu akan memasok gas di wilayah Banten.

Di hulu, melalui anak perusahaan, PT Saka Energi Indonesia juga mengakuisisi hak partisipasi (partcipating interest/PI) di tiga blok migas senilai 363 juta dolar.

Ketiga aksi akuisisi itu adalah 30 persen PI di Blok Bangkanai Saka juga membeli 20 persen PI Blok Ketapang (Madura) dari Sierra Oil Services Limited senilai 71 juta dolar AS serta mengakuisisi 25 persen PI Blok Pangkah (Madura) dari Kufpec Indonesia BV sebesar 265 juta dolar AS.

“Kami akan terus membangun infrastruktur dan mencari sumber gas untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata Wahid.

Selama Januari-September 2013, volume gas distribusi PGN mencapai 808 MMSCFD atau naik dari periode sama 2012 sebesar 801 MMSCFD. Sedangkan, volume gas transmisi tercatat 867 MMSCFD atau menurun dibandingkan periode Januari-September 2012 sebesar 878 MMSCFD.

Sebanyak 97 persen volume gas distribusi diperuntukkan bagi industri dan sisanya komersial serta rumah tangga.

Harga gas PGN rata-rata adalah 9,2 dolar per MMBTU yang jauh lebih rendah dibandingkan BBM 29,67 dolar per MMBTU.

PGN mengoperasikan pipa distribusi gas sepanjang 3.800 km dan transmisi 2.160 km.

Pemegang saham PGN adalah pemerintah 56,96 persen dan publik 43,04 persen. (ant/hrb)

http://www.investor.co.id/energy/terminal-lng-terapung-lampung-beroperasi-2015/73245

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s