Lima Gubernur Stop Ekspor Mineral – Sikap gubernur ini menangkis atas niat penundaan larangan ekspor mineral

KONTAN | Rabu, 4 Desember 2013

JAKARTA. Niat pemerintah pusat menunda larangan ekspor mineral mentah tahun depan ditentang sejumlah pemerintah daerah.

Lima gubernur  bahkan menyiapkan aturan daerah yang melarang ekspor mineral mentah. Lima provinsi itu meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Barat. Kelimanya merupakan penghasil utama mineral, seperti nikel dan emas.

Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan, mengatakan, kelima provinsi ini sepakat membentuk sekretariat bersama yang mengawal perintah UU No 4/2009 tentang Mineral dan Batubara. Sekretariat bersama ini juga mengawasi kelancaran pembangunan smelter nikel di daerah masing-masing. “Setiap daerah bisa mengeluarkan peraturan daerah (perda) atau peraturan gubernur (pergub) untuk mengendalikan ekspor mineral,” kata dia, kepada KONTAN, Selasa (3/12).

Syahrul menyatakan, lima daerah ini kerap menelan pil pahit atas bebasnya ekspor bijih nikel mentah. Mulai dari kerusakan lingkungan hingga kurangnya jatah bagi daerah.

Dia mencontohkan, bijih nikel mentah membawa kandungan mineral lain seperti mangan, kromium, dan kobalt. Jika bijih nikel mentah itu bebas diekspor, mineral ikutannya terbebas dari pajak.

“Kalau mereka bangun smelter, kandungan mineral lain pasti bisa dikenai pajak,” ujar Syahrul.

Itu sebabnya, menurut Syahrul, rencana pemerintah pusat membolehkan ekspor ore hingga tahun 2017 bisa memberatkan daerah.

Niat tersebut hanya akan menguntungkan para trader serta pembeli dari China. “Selama ini, kita sudah dibodohi pembeli dari China. Mereka menyetok
banyak bijih mineral Indonesia, sehingga harga selalu rendah di pasar,” ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk, Tri Hartono bisa memahami alasan daerah melarang dan pemerintah pusat yang menunda ekspor mineral.

“Antam lebih setuju jika mulai tahun depan p e m e r i n t a h me n g i z i n k a n ekspor terkendali,” kata dia.

Dede Ida Suhendra, Direktur Pembinaan dan Pengus aha a n Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, kelonggaran ekspor ore adalah insentif bagi pengusaha yang memulai membangun smelter.

“Kita tunggu saja keputusan akhir ekspor bijih mineral itu,” ujar dia.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s