PEMBELIAN SAHAM INALUM – Ini dia nilai dendanya jika RI telat bayar Inalum

Rabu, 11 Desember 2013 | 20:09 WIB

TOKYO. Janji pemerintah Indonesia selambatnya 19 Desember 2013 sudah mentransfer uang pembelian saham PT Inalum Asahan Aluminium dinantikan pihak Jepang. Apabila gagal bayar ada denda sesuai isi kontrak kesepakatan kedua pihak.

“Saya yakin pihak Indonesia akan menepati janji pembayaran jual beli saham Inalum tersebut,” papar Mikio Mizuguchi, President PT Inalum Asahan Aluminium dalam wawancara khusus dengan Tribunnews.com, Rabu (11/12) di kantor Nippon Asahan Aluminium Co.Ltd (NAA) di Tokyo, Jepang.

Apabila terlambat membayar, pihak Indonesia diharuskan membayar denda. “Biasa kan dalam kontrak pasti ada klausul denda demikian,” papar Moriaki Tanabe, Representative Director dan Acting President NAA.

Berapa besar denda tersebut? Setelah ditelusuri, jumlahnya sekitar US$ 44 juta per tahun atau US$ 3,67 juta sebulan, yang harus dibayar Indonesia apabila terlambat sebulan.

Dengan demikian sebenarnya saat ini walaupun kontrak jual beli telah ditandatangani bersama (9/12), masih ada satu sisa transaksi yaitu penyelesaian pembayaran sesuai kontrak jual beli saham tersebut sebesar US$ 556,7 juta.

“Mudah-mudahan semua pembayaran berjalan lancar sesuai janji,” tambah Mizoguchi lagi yang tidak akan kembali ke Indonesia, walaupun masih tercatat sebagai President PT Inalum sampai dengan pelunasan pembayaran kontrak.

Mizoguchi merupakan salah satu “bapak pendiri” Inalum. Karena telah bergabung ke perusahaan itu sejak awal perusahaan dibangun, Januari 1975. Saat itu dia masih menjadi staf teknis. Lalu pada tahun 2002-2007 dipercaya menjadi President Inalum dan kembali lagi menjadi presiden sejak Juli 2012 sampai dengan sekarang.

Mengapa dua kali jadi presiden? “Tidak tahu tanya saja pemegang saham, saya hanya mengikuti permintaan pemegang saham. Mungkin karena saya dianggap yang paling tahu mengenai Inalum makanya dipercayakan kedua kali,” paparnya pria berusia 67 tahun ini.

Ketika ditanya apabila ada permintaan kembali ke Indonesia, misalnya sebagai penasihat Inalum apakah bersedia, “Tak mungkin itu terjadi dan kalaupun ada permintaan, saya juga masih pikir-pikir karena usia sekarang sudah punya usia,” paparnya.

Lagipula tambahnya, Inalum sangat baik dikelola orang Indonesia sendiri karena transfer teknologi sudah diberikan bahkan saat awal Inalum didirikan. (Richard Susilo)
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: TribunNews.com

http://industri.kontan.co.id/news/ini-dia-nilai-dendanya-jika-ri-telat-bayar-inalum/2013/12/11

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s